Kemahasiswaan UNISBA

Seminar Kewirausahaan #2

Sukses Berwirausaha Di Era Digital Melalui Bisnis Model Canvas (BMC)

Selasa (28/12), Unisba menyelenggarakan Seminar Kewirausahaan yang bertajuk “Sukses Beriwirausaha Di Era Digital Melalui Bisnis Model Canvas (BMC)”. Seminar ini merupakan kelanjutan dari seminar sebelumnya yang bertujuan agar calon tenant semakin matang dalam berwirausaha.

Wakil Rektor III Dr. Amrullah Hayatudin, S.H.I., M.Ag menuturkan bahwa kedepannya diharapkan mahasiswa dapat mempraktekan secara langsung ilmu yang diperoleh dengan menghasilkan produk serta dapat mengajukan HAKI yang nantinya didukung dan dibantu oleh LPPM. Dengan dukungan dan sinergi antara kasie organisasi kemahasiswaan  dan kewirausahaan serta internalisasi dengan LPPM dalam bidang inkubasi bisnis produk halal Unisba, kedepannya kemahasiswaan akan menyeleksi inkubator bisnis mahasiswa yang layak diberi pendampingan. Sehingga nantinya seminar kewirausahaan ini dapat menaikan pemeringkatan kemahasiswaan dalam jalur kewirausahaan di SIMKATMAWA.

Partisipan yang hadir pada seminar berjumlah 30 peserta termasuk Wakil Rektor III Dr. Amrullah Hayatudin, S.H.I., M.Ag,  Kepala Bagian Kemahasiswaan Hikmat Taufiq S.Ag., Kasi Layanaan Pusat Karir dan  Tracer Study Firman S Firdaus, Ph.D, Kepala Pusat Pengembangan Inovasi dan Inkubator Bisnis Halal Dr. Maya Tejasari, dr., M.Kes., para kasi dan staff lingkungan Kemahasiswaan, serta alumni dan mahasiswa aktif Unisba.

Pada kesempatan tersebut, Deva Primadia Almada, S.Psi., M.Si selaku narasumber menjelaskan bahwa Business Model Canvas (BMC) merupakan rencana bisnis yang dibuat dalam 1 lembar paparan yang menggambarkan bisnis model usaha, terdiri dari 9 blok dan digunakan sebagai pengantar bagi dokumen rencana bisnis yang lengkap. hal ini bertujuan sebagai pemisalan/logika yang digunakan usaha agar dapat terus berjalan secara komersial serta berkelanjutan secara finansial. Manfaat dari adanya BMC ini yaitu bisa menarik sasaran dengan penyajian yang berlangsung secara singkat, padat namun tidak membosankan, dikemas dengan gagasan yang menarik guna memikat mitra dan lembaga keuangan.

Beliau menuturkan bahwa dalam 9 blok/komponen yang ada dalam BMC mempunyai bagian nya masing-masing : pertama, customer segment yaitu berisi penjelasan secara rinci mengenai pelanggan seperti gender, usia, kebutuhan khusus, dan sebagainya . Kedua, value proposition yaitu nilai tambah atau keunggulan dari produk yang ditawarkan kepada pelanggan berupa kemasan yang dibuat unik dan menarik, manfaat, serta harga. Ketiga, Channel adalah bagaimana cara menyalurkan produk kepada pelanggan sehingga pelanggan bisa mengakses produk yang ditawarkan dengan mudah, dalam hal ini pemberian kepuasan kepada pelanggan menjadi pembahasan yang menjadi sorotan. Keempat, Hubungan dengan pelanggan, yaitu interaksi dengan pelanggan yang bertujuan memperbanyak jumlah pelanggan dan memperluas cakupan akses, mempertahankan pelanggan yang ada, dan menarik pelanggan baru sebanyak mungkin. Kelima, pendapatan yaitu berisi presentase penjualan produk, pelatihan, jasa layanan dan hal lainnya yang berupa total anggaran dalam 1 tahun. Keenam, Sumber Daya Kunci yaitu mencakup sumber daya manusia, sarana dan prasarana yang menunjang kegiatan berwirausaha, serta kebutuhahan bahan baku yang diperlukan. Ketujuh, Mitra Kunci atau relasi yaitu pihak yang terlibat secara langsung dalam proses berjalannya kegiatan berwirausaha seperti koperasi, perbankan. dan lainnya. Kedelapan, Kegiatan Utama yaitu kegiatan yang terjadi untuk menghasilkan produk dalam proses berwirausaha tersebut seperti produksi, RnD, penjualan, dan lainnya. dan yang terakhir, Cost Structure yaitu presentasi jumlah pengeluaran dalam jangka waktu 1 tahun.

            Beliau juga menegaskan bahwa diera digital saat ini, para tenant harus mampu menguasai setidaknya mengetahui mengenai e-market karena media sosial saat ini sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sehingga e-market ini dapat membantu pengusaha menyebarkan dan mengenalkan produknya kepada khalayak luas.Dipenghujung seminar beliau membagikan tips menjadi seorang tenant yang sukses berdasarkan pengamatan dan pengalaman, yaitu 3 FIT yang mencakup problem-solution, business-founder, product-market. Lebih lanjut lagi dijelaskan bahwa produk yang dipasarkan harus bisa menjadi solusi bagi setidaknya permasalahan-permasalahan ringan atau mempermudah kebutuhan serta aktivitas konsumen, serta produk yang dipasarkan sesuai dengan pasar atau kebutuhan dan produk yang dihasilkan harus inovatif dan prospektif, model bisnis yang digunakan harus tepat, khusus untuk produk pangan terdapat rasa yang enak dan konsisten serta kontinuitas bahan baku harus diperhatikan. Kemudian seorang tenant haru terjun langsung kelapangan sebab sebagai pemimpin yang memimpin pekerja, tidak bisa hanya sekadar duduk dibelakang meja dan mengamati, harus terjun langsung kelapangan agar mengetahui setiap proses dan hambatan yang dilalui. Fokus selanjutnya selalu melakukan inovasi, dalam hal ini jangan terlalu latah mengikuti sesuatu yang trending di media sosial karena ciri khas suatu produk merupakan nilai penting dalam berwirausaha. Dan seorang tenant harus hemat serta yang terpenting harus berbagi (sedekah). lebih lanjut Firman S Firdaus, Ph.D. selaku moderator menambahkan kutipan dari hadist Rasul bahwa “sedekah itu tidak akan mengurangi harta…” (HR. Muslim) [No. 2588 Syarh Shahih Muslim].